Senin, 15 Agustus 2011

Gerimis Ampunan

Malam-malam Ramadhan selalu ada rasa yang berbeda. dari suasana tarawih yang begitu meriah dan khidmat. suasana bangun malam walaupun hanya sekedar untuk makan sahur dan dua rakaat. suasana tadarrus kitab suci Al-Quran. dan berbagai kegiatan yang lain yang semuanya merupakan penguapan butir-butir do’a penyebab turunnya gerimis ampunan Allah Swt.
di pertengahan kedua bulan Ramadhan, kota Tarim penuh dengan semangat ibadah yang lebih giat dari sebelumnya. karena di paruh kedua ini banyak masjid-masjid yang menyelenggarakan khataman Al-Quran. sebenarnya ada masjid-masjid yang khatam Al-Quran setiap empat hari sekali. tapi untuk perayaan ceremonial yang resmi dan lebih besar diadakan pada tanggal-tanggal tertentu saja. misalnya di Masjid Aidid pada malam 15, di masjid Ahlu Kisa (Darul Musthofa) pada tanggal 17, di Masjid Ba’alawi tanggal 27 dan puncak ceremoni terbesar diadakan di masjid Al-Muhdhor pada malam 29.

di setiap malam-malam khataman saya selalu merasakan mendapat rintik-rintik rahmat Allah Swt yang menghujani halaman masjid yang dipenuhi oleh jamaah. hal itu tiada lain karena untaian do’a yang telah dibaca. kita harus ingat bahwa Allah Swt berfirman : “Jika hamba-hambaku bertanya padamu (Muhammad) tentang-Ku, maka katakanlah bahwa aku sangatlah dekat, aku mengabulkan doa para pendoa, maka berdoalah kepadaku.”

wahai sahabat-sahabatku berdoalah kepada Allah, apapun yang engkau harapkan insya Allah akan terkabulkan. terutama disaat waktu sahur. di waktu itulah doa sangat mustajab. selepas makan sahur sempatkanlah barang sejenak menengadahkan kedua tangan untuk memohon kepada Allah Swt. sampaikan seluruh keinginanmu.

agar gerimis itu berubah menjadi hujan yang mengguyur seluruh penghuni kotamu.

Tidak ada komentar: