Tampilkan postingan dengan label Luapan Tutur Kata Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luapan Tutur Kata Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

Musnahkan

Sudah kubingkai hatiku
Kugantung di dinding gudang
Di sebuah kota yang jauuuuh...
Tapi detaknya masih saja mengguncang dada

Pernah kubuang hatiku
Kulempar ke tengah-tengah danau
Keesokan harinya datang seorang nelayan
Mengantarkan gatiku pulang

Di sebuah lembah yang curam
Kuantarkan hatiku ke dalam jurang
Tiba-tiba seekor elang menyambar
Membawanya kembali di hadapanku

Berbagai usaha untuk melenyapkannya
Selalu saja sia-sia
Mungkin aku harus ke restoran
Untuk menyajikan hatiku jadi hidangan

Ha... ha... ha.... (tertawa seram)
SELAMAT MENIKMATI!

Tarim, 8 Januari 2011

doa

Ya Rabbi Pemilik nafas ini, Penentu kejadian yang telah, masih atau akan kualami. Izinkanlah kubernafas sebagai hamba-Mu yang penuh pengabdian terhadap Dzatmu dengan ketulusan. Berikanlah aku kekuatan untuk mensyukuri apa saja yang telah Engkau berikan, yang kurasakan dan tidak kurasakan, yang terlihat dan tidak terlihat, yang kumengerkti dan tidak kumengerti.
Engkau Maha Pemberi dan tak ada yang sanggup mencegah-Mu. Engkau Maha Mencegah dan tak seorangpun sanggup memberi. Engkaulah Pemberi petunjuk dan tak akan ada yang mampu menyesatkan. Engkau pula yang menyesatkan dan takan pernah ada yang mampu memberi petunjuk. Tiada yang sanggup mengganti sesuatu yang telah Engkau tentukan dan tak ada yang sanggup menolak ketentuan-Mu. Dan di depan-Mu kekayaan tak berguna sama sekali.
(Cirebon, 25 Sept 2005)

Sabtu, 02 Oktober 2010

Dalam Kegaduhan

Dalam kegaduhan
Ketukan lembut menggetarkan dinding hatiku
Membuat bibir ini tersenyum

Ada kesejukan menyelimuti jiwa
Ketentraman dalam hati

Duduk menggoda diatas sofa
Pada salah satu sudut relung hati

Kaukah itu?

Hanya Ada Satu Jiwa Pada Tubuhku

Hanya Ada Satu Jiwa Pada Tubuhku

Terkadang ia membumbung tinggi
hingga ubun-ubunnya menyentuh langit
menyapa para malaikat
memohon pada Tuhan

di waktu yang lain
ia berkubang di comberan
berenang kian kemanri
di temani jentik-jentik nyamuk dan limbah domestik

terkadang ringan
berlari-lari riang
tersenyum pada semua orang

sesaat kemudian menangis
tersedu-sedu air mata membasahi dagu

aku hanya bisa MANGAP


Tarim, 15 Agustus 2010 M / 5 Ramadhan 1431 H

Enyahlah Kegelapan

Enyahlah Kegelapan

Ruangan ini sangat gelap
Aku tak dapat melihat tulisan dengan jelas
Warna buku juga kurang dapat kubedakan
Untungnya aku hapal letak-letaknya

Lebih gelap lagi ruangan hatiku
Ketika cahaya Al-Quran tidak menerobos ke dalam
Kabut tebal menyelimuti
Menciptakan suasana gelap

Membuat rasa penat dan bau pengap
Untungnya lamat-lamat ku mendengar
Sanubari menjerit
Wahai jiwa yang berbuat dhalim pada diri sendiri

Janganlah engkau berputus asa akan rahmat-Allah Swt
Karena itu adalah sifat orang-orang kafir
Segeralah teguk secangkir taubat
Atau menyelamlah ke dalam samudra maghfiroh

Niscaya debu-debu di kulitmu akan lenyap
Buluk-buluk yang berhari-hari melekat akan pergi
Kembalilah menjadi suci
Di Bulan penyucian jiwa

Marhaban ya Ramadhan....
Pergilah kegelapan
Akan kubuka cendela-cendela hati
Agar sinar suci Al-Quran menerangi


Pergilah kegelapan
Jangan pernah kembali
Apakah perlu aku sewa satpam untuk memblokir jalanmu
Cukuplah dengan perkataanku
Jangan engkau kembali lagi...



Tarim, 4 Juli 2010 M / 22 Rajab 1431 H

Senin, 13 September 2010

Lebaran

Telah lewat, seperti angin di sore hari.

Rabu, 11 Agustus 2010

Cinta, Buatlah komitmen !

Cinta,
lama sekali kita tak berjumpa
apa kau masih ingat aku
semoga kenangan masalalu juga tidak kau lupakan

cinta,
aku ingin bertanya
masihkah engkau gemar membunuh manusia
apakah kau juga masih memisahkan dua sahabat
mengajari anak-anak durhaka pada orang tua
mengantarkan tenung-tenung ke atap rumah

cinta,
kau biarkan kiai melupakan sorbannya
kau melucuti jilbab-jilbab dara suci
kau menanggalkan peci-peci para santri

kau biarkan TNI menurunkan pangkatnya
kau biarkan POLRI mengabaikan hukumnya
kau bujuk pejabat negara melakukan aksi syaitonnya
kau rayu pengadilan untuk melepaskanmu

cinta,
kembalilah dari sudut itu semua
dan menetaplah di sudut yang lain
kenakanlah pakaian kebesaranmu
tegakkan badanmu
sunggingkan senyummu

karena aku tahu
kamu memiliki dua sudut
sudut yang dihuni syaiton dan malaikat

kamu memiliki dua kelompok pengiku
pengikut yang lemah dan dungu
serta pengikut yang kuat nan cerdik

kau
kau adalah cinta
mengapa kau tak mampu tenggelamkan perahu itu
saat aku berada di dalamnya bersama dia

kau
kau adalah cinta
dimana kesaktianmu
saat aku dalam kobaran api bersama dia

kau
kau adalah cinta
mengapa aku dan dia kau jadikan korban kedua kalinya

cinta
dengarkan baik-baik ucapanku ini
"AKUMEMBENCIMU!"

Selasa, 10 Agustus 2010

Berkibar dan Berkobar

Berkibarlah merah putih dan panji-panji Islam di dadaku. Tantanglah kencangnya tiupan angin muson barat. Dan kabarkan pada Dunia "INILAH AKU".
Kobarkan kembali semangat pejuang kemerdekaan. Kobarkan semangat pejuang perang badar. Kobarkan semangat ki Hajar Dewantoro.
Pada bulan Ramadhan Indonesia merdeka, pada bulan Ramadan Islam menobatkan kemenangannya melawan kaum musyrik di medan Badar. Pada bulan Ramadhan kitab pedoman seluruh umat manusia, Al-Quran, diturunkan. Pada bulan Ramadhan terdapat malam seribu bulan, lailatul qodar.
Berkemaslah, kita segera berangkat mengarungi samudra rahmat dan ampunan. Berkemaslah, kita segera mendaki puncak gunung untuk mengibarkan panji-panji taqwa. Berkemaslah, kita akan menyerbu hawa nafsu, agar tunduk pada hati sanubari.
Singsingkan lengan baju, ladang amal harus segera kita garap. Singsingkan lengan baju, karena kita segera mengulurkan kedua tangan kita kepada siapa saja yang membutuhkan.
Kukuhkan kembali makna persaudaraan yang telah lama dikoyak-koyak kaum feodal. Kukuhkan kembali makna rahmatan lilalamin yang kini tulisannya semakin buram karena ulah beberapa saudara kita yang mengumbar nafsu amarahnya atasnama agama. Kukuhkan kembali makna hikmah, mauidhoh hasanah dan diskusi dengan penuh kesopanan, Yang mana ketiganya telah lama hanya menjadi buah bibir dan tak pernah berubah menjadi buah anggota tubuh yang lain untuk menjadi amal.
Siramlah tunas-tunas harapan bangsa di musim semi ini (Ramadhan) untuk menjadi kokoh di musim-musim berikutnya.
MARHABAN YA RAMADHAN... Minal Aidin Wal Faizin.. maaf lahir dan batin... Semoga Allah swt menerima ibadah kita. Amin.

Jumat, 19 Februari 2010

Terlalu Pesimis

Aku menyadari terlalu pesimis.

Senin, 08 Februari 2010

Cinta

Siapa dirimu sebenarnya?
Mengapa kamu sangat populer
sayangnya tidak banyak yang mengenalmu
mereka kira kamu adalah kenikmatan
padahal kamu adalah kenyamanan
ada yg menyangka kamu adalah kepuasan
padahal kamu adalah kesempurnaan
atau kamu adalah kekayaan
padahal kecukupan
kamu adalah penderitaan
padahal kesederhanaan
kehadiranmu sering tak terduga
kamu getarkan dada, tempat yg kamu singgahi
kamu buat otak tak berfungsi
kamu bunuh temanku
kamu habiskan kekayaanku
kamu dorong aku untuk belajar
kamu biarkan temanku tidak naik kelas
kamu antarkan ke surga
kamu bawa ke neraka

sebenarnya siapa kamu?
Ijinkan aku berkenalan dengan kamu
namaku Mamad

Cinta

Siapa dirimu sebenarnya?
Mengapa kamu sangat populer
sayangnya tidak banyak yang mengenalmu
mereka kira kamu adalah kenikmatan
padahal kamu adalah kenyamanan
ada yg menyangka kamu adalah kepuasan
padahal kamu adalah kesempurnaan
atau kamu adalah kekayaan
padahal kecukupan
kamu adalah penderitaan
padahal kesederhanaan
kehadiranmu sering tak terduga
kamu getarkan dada, tempat yg kamu singgahi
kamu buat otak tak berfungsi
kamu bunuh temanku
kamu habiskan kekayaanku
kamu dorong aku untuk belajar
kamu biarkan temanku tidak naik kelas
kamu antarkan ke surga
kamu bawa ke neraka

sebenarnya siapa kamu?
Ijinkan aku berkenalan dengan kamu
namaku Mamad

Menjadi Orang Baik

Setelah berusaha beberapa kali untuk menjadi orang baik, akhirnya aku berhasil. Alhamdulillah