Tampilkan postingan dengan label Bibit Unggul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bibit Unggul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

Awal Akhir Pertempuran

setelah bertempur selama lima tahun melawan buku2 pelajaran. akhirnya aku telah berhasil menumbangkan semua lawan tandingku. hari Rabu 24 Agustus 2011 bertepatan dengan 24 Ramadhan 1432 H, telah diumumkan hasil ujian akhir di Al-Ahgaff University angkatan 2006. alhamdulillah...
banyak suka dan duka menghiasi perjalan perjuanganku. banyak pedang menyayat-nyayat kulitku. tombak menusuk-nusuk dan suara bom menggelegar. terkadang aku tertunduk jatuh. aku pun bangkit kembali. terkadang aku terluka yang amat dalam dan perih. aku pun segera mencari obat penawar. banyak teman-temanku berguguran.
aku dan kawan-kawan telah berusaha untuk menaklukan medan pertempuran yang amat berbahaya ini. namun, apa boleh buat, takdir telah tersurat. banyak kawan-kawan yang tersingkirkan. banyak nyawa melayang. banyak darah tumpah dimana-mana.
setelah pertempuran itu sampai pada puncaknya... semuanya telah kembali ke rumah masing-masing. membawa luka, membawa duka, ada juga yang membawa bahagia dan bangga. tidak sedikit yang berkata: pertempuran telah berakhir, kita harus merayakannya. kita harus berpesta.
saya pun menjawab: jangan lengah... justru akhir pertempuran ini adalah permulaan perjuangan kita. kemenangan ini hanyalah titik awal dari kehidupan yang sesungguhnya. pertempuran yang lebih besar akan terjadi di medan yang lebih menyeramkan, lebih menegangkan dan membahayakan.
cukuplah kemengan ini, kita rayakan dengan bersyukur kepada Allah Swt dan orang-orang di sekitar kita. sedikit bersedakah sekaligus untuk menolak bala. sambil terus berdoa dan bertawakkal kepada Allah Swt untuk bersiap-siap menghadapi pertempuran berikutnya.
SESUNGGUHNYA AKHIR PERTEMPURAN KEHIDUPAN INI ADALAH KETIKA KITA MASUK SURGA.

Senin, 15 Agustus 2011

Gerimis Ampunan

Malam-malam Ramadhan selalu ada rasa yang berbeda. dari suasana tarawih yang begitu meriah dan khidmat. suasana bangun malam walaupun hanya sekedar untuk makan sahur dan dua rakaat. suasana tadarrus kitab suci Al-Quran. dan berbagai kegiatan yang lain yang semuanya merupakan penguapan butir-butir do’a penyebab turunnya gerimis ampunan Allah Swt.
di pertengahan kedua bulan Ramadhan, kota Tarim penuh dengan semangat ibadah yang lebih giat dari sebelumnya. karena di paruh kedua ini banyak masjid-masjid yang menyelenggarakan khataman Al-Quran. sebenarnya ada masjid-masjid yang khatam Al-Quran setiap empat hari sekali. tapi untuk perayaan ceremonial yang resmi dan lebih besar diadakan pada tanggal-tanggal tertentu saja. misalnya di Masjid Aidid pada malam 15, di masjid Ahlu Kisa (Darul Musthofa) pada tanggal 17, di Masjid Ba’alawi tanggal 27 dan puncak ceremoni terbesar diadakan di masjid Al-Muhdhor pada malam 29.

di setiap malam-malam khataman saya selalu merasakan mendapat rintik-rintik rahmat Allah Swt yang menghujani halaman masjid yang dipenuhi oleh jamaah. hal itu tiada lain karena untaian do’a yang telah dibaca. kita harus ingat bahwa Allah Swt berfirman : “Jika hamba-hambaku bertanya padamu (Muhammad) tentang-Ku, maka katakanlah bahwa aku sangatlah dekat, aku mengabulkan doa para pendoa, maka berdoalah kepadaku.”

wahai sahabat-sahabatku berdoalah kepada Allah, apapun yang engkau harapkan insya Allah akan terkabulkan. terutama disaat waktu sahur. di waktu itulah doa sangat mustajab. selepas makan sahur sempatkanlah barang sejenak menengadahkan kedua tangan untuk memohon kepada Allah Swt. sampaikan seluruh keinginanmu.

agar gerimis itu berubah menjadi hujan yang mengguyur seluruh penghuni kotamu.

Rabu, 03 Agustus 2011

Tarawih 100 Rakaat

sholat Tarawih yang dulu "pernah diperdebatkan" tentang bilangan rakaatnya, antara orang yang mengatakan 20 rakaat atau 8 rakaat, sekarang saya mendapati orang-orang yang sholat hingga 100 rakaat....
pertama sholat di masjid Jauhar jam 19.45...jumlah 20 rakaat
kedua di masjid as-Sakron jam 21.00 jumlah 20 rakaat
ketiga di masjid Ba'alawi jam 22.30 jumlah 20 rakaat
keempat di Masjid Muhdhor jam 1.00 dini hari jumlah 20 rakaat
kelima di Masjid Jami' jam 2.00 dini hari jumlah 20 rakaat
semuanya ada di Kota Tarim...
bukan hanya satu orang, tapi banyak orang yang mengerjakan sholat itu.. termasuk para ulama juga...
apakah sholat semacam ini bid'ah? ataukah termasuk orang yang menambah ibadah yang tidak pernah dilakukan Rasulullah Saw...?
terlepas dari pertanyaan diatas... saya ingin menyampaikan bahwa menghidupkan malam Ramadhon dengan ibadah sunah sangat dianjurkan... bahkan ada hadits yang menyatakan "Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan menghidupkan malam-malamnya hanya karena iman pada Allah Swt dan mengharapkan pahala dari-Nya, maka ia berhak mendapatkan Surga."
menghidupkan malam Ramadhan bisa dengan membaca Al-Quran, berbakti kepada orang tua, bersedekah, mencari nafkah untuk anak istri, sholat sunah dan lain-lain...
bagi Anda yang ingin sholat 100 rakaat sendirian merasa malas dan suntuk bisa sholat di masjid bersama dengan teman-teman berjamaah pasti lebih ringan dan menyenangkan. begitu juga dengan baca Al-Quran bisa bersama-sama di masjid saling menyimak bacan masing-masing, siapa tahu bacaan kita ada yang salah. pahalanya juga sama besarnya baik yang mendengarkan ataupun yang membaca.
khusus untuk anda yang berkeyakinan tidak boleh sholat tarawih lebih dari 8 rakaat atau tidak boleh lebih dari 20 rakaat Anda bisa makmum dengan niat sholat sunah mutlak, yaitu sholat sunah yang disunahkan tanpa memandang waktu, artinya boleh dilakukan kapanpun, termasuk malam ramadhan. dan menurut madzhab Syafi'i orang yang makmum niatnya tidak harus sama dengan imam asalkan bentuk sholatnya sama yaitu sama-sama satu ruku dan satu i'tidal. jadi Anda boleh niat sholat sunah mutlak sambil makmum pada orang yang sholat sunah tarawih atau sholat sunah yang lain bahkan bisa juga makmum pada orang yang sedang sholat fardhu.
caranya: jika sholat anda 2 rakaat sedangkan imam 4 rakaat, maka Anda tinggal duduk sambil nunggu Imam di rakaat ke 2 sampai imam duduk untuk tasyahud akhir kemudian anda salam mengikuti imam, atau ketiak imam berdiri setelah tasyahud awal anda niat mufaroqoh dan salam.
jadi Anda bisa sholat sunah 100 rakaat di kota Tarim tanpa merasa bimbang apakah itu bidah atau tidak, apakah itu dilarang atau tidak.... karena menghidupkan malam ramadhan sangat dianjurkan terutama dengan sholat.
selamat mencoba... dan beribadah semoga diterima Allah SWT... Amin.

Kamis, 21 Juli 2011

Pengajian malam ini

bismillahirrohmanirrohim
Seperti biasa pengajian bersama Habib Umar bin Hafidz di Darul Musthofa Yaman setiap malam Jumat.
Habib memulai ceramahnya dengan memuji Allah SWT melalui bacaan Hamdalah dan bersholawat kepada Nabi Muhammad...
kemudian beliau mengingatkan kita semua tentang penciptaan kita, bahwa Allah Swt selalu melindungi kita sejak kita dalam bentuk setetes air mani hingga kita berbentuk manusia dan keluar dengan keadaan selamat... oleh karena itu tidak sepantasnya kita mengikuti tawaran-tawaran yang ditawarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, tawaran-tawaran yang hanya bersifat sementara yaitu tawaran kehidupan Duniawi...
orang-orang yang berakal sehat (ulil Albab) selalu mengucapkan : Wahai Tuhan kami... kami telah mendengar seruan orang yang telah berseru: berimanlah... kemudian kami beriman... ketahuilah bahwa yang dimaksud dengan penyeru disini adalah Nabi Muhammad Saw... yang mana setiap huruf Al-Quran sampai kepada kita melalui lisan beliau... seruan untuk beriman ialah seruan menuju kepada Allah sejara menyeluruh dengan segala jiwa dan raga... dengan arti mengakui penghambaan kita kepada Allah Swt.
sudahkah kita memenuhi seruan Nabi Muhammad yang termaktub dalam Al-Quran dan Al-Hadits? bukan hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat... melainkan kita harus membuktikannya dengan tindakan-tindakan kita... yaitu menjauhi larangan Allah dan memenuhi perintah-Nya...
diantara hadits Nabi yang berkaitan dengan bulan Sya'ban adalah hadits yang berkaitan dengan sholawat kepada Nabi, Sabda beliau:
"orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca sholawat kepadaku..."
ya hadits ini berkaitan dengan bulan sya'ban karena pada bulan ini ayat tentang sholawat diturunkan. Allah Swt berfirman: "Allah dan para Malaikat bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah serta ucapakanlah salam kepadanya (Nabi MUhammad...."
dalam hadits lain : " barang siapa bersholawat kepadaku satu kali maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali..."
sholawat Allah Swt terhadap makhluknya berarti pemberian rahmat terhadap makhluk tersebut... jika Allah Swt bersholawat satu kali saja pada seseorang maka dunia seisinya tidak seimbang dengan berat sholawat tersebut... artinya rahmat Allah Swt terhadap orang itu sangatlah besar...
intinya: Wahaai sahabatku perbanyaklah bersholawat kepada Nabi di bulan Sya'ban ini... dan masukilah bulan Romadhon dengan membawa bekal beribu-ribu kantung sholawat... yang mana sholawat adalah mata uang yang takan pernah mengalami inflasi dan berlaku di dunia dan akhirat...
ketiak kita mengejar dollar.. maka mata uang itu hanya berlaku di dunia... begitu juga dengan rupiah dan mata uang yang lain. sedangkan sholawat adalah mata uang yang berlaku di Akhirat... yang mana orang-orang yang di dunia sibuk dengan dollar hingga lupa dengan kewajibannya -termasuk sholawat- di akhirat mereka menyesal dan ingin memiliki mata uang ini....
selamat bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW
Allhuma sholli wasallim ala Muhammadin wa ala ali Muhammadin wa Ashabihi Ajma'in wa man tabiahum ila yaumiddin.... amin.

Kamis, 14 Juli 2011

Ramadhan terakhir

insyaAllah tahun ini adalah ramadhan terakhir untuk saya di Yaman... semoga dapat memanfaatkannya dengan baik... karena Romadhon ini ada ujian akhir smester...
masih bisakah mengikuti sholat tarawih keliling masjid2 tarim yang waktunya berbeda-beda... ada yang mulai pukul 8 malam ada yang mulai pukul 8.30 ada juga 9.00 ada juga 9.30 ada juga 10.00 ada jam 11.00 ada jam 11.30 ada jam 2.00 dini hari... inilah keadaan ramadhan di kota Tarim...
bisakah saya mengikuti pengajian tiap sore di masjid jami'... karena sekarang musim panas... takutnya ngga kuat.. apalagi waktu siangnya lebih panjang dari waktu malam... puasanya bisa jadi 15 jam... karena maghribnya jam 6.30 atau lebih...
semoga diberi kekuatan. Amin...

Rabu, 25 Mei 2011

perdamaian

jika semua pihak mengatakan bahwa mereka berjuang demi perdamaian, maka saya dan seluruh umat islam yang lain menyatakan : "Kami menyembah Dzat yang Maha Damai."
bahkan doa "Ya Allah Dzat yang Maha Damai, dari Engkaulah perdamaian, dan kepada Engkau kedamaian akan kembali, maka berkanlah kami kedamaian dalam hidup kami." selalu diucapkan setiap selesai sholat.
akan tetapi yang saya sayangkan adalah kebanyakan orang islam tidak memahami arti doa yang mereka ucapkan setiap selesai sholat itu. hal ini terbukti dengan tetap terjadinya pertempuran dan pertikaian dalam masalah kedudukan. ego mereka adalah segalanya. mereka mengatakan bahwa saya berhak mendapatkan hak saya yang ada di dunia ini walaupun saya harus membunuh sesama muslim. sungguh ini sangat disayangkan sekali.
kepada semua pembaca tulisan ini, mohon mensosialisasikan makna dari doa tersebut diatas.
terimakasih kepada teman2 semua yang berkenan menyebarkan misi perdamaian yang terlupakan.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Bukan Seperti yang Anda Sangka



Tentang nama baik sebuah agama yang telah lama diinjak-injak. Banyak masyarakat awam mengira bahwa agama islam adalah sumber dari kekerasan, sumber dari keterbelakangan, kemiskinan dan bias gender yang sangat merugikan.
Ada seorang wartawan sebuah koran nasional yang terkenal. Dia mengikuti pertemuan pers internasional di Malaysia. Wartawan tersebut dengan sangat bangga mengatakan bahwa di Indonesia pers sangatlah bebas. Bahkan dia menyimpulkan bahwa larangan pers indonesia hanya dua. Pertama menayangkan orang merokok di POM bensin. Kedua menayangkan orang pakai sepatu di dalam masjid. Ketika ia ditanya mengapa dua hal itu dilarang. Ia menjawab dengan sepontan, bahwa jika dua hal itu dilakukan berarti kita bunuh diri.
Untuk alasan pelarangan penayangan orang merokok di pom bensin, dapat diterima jika itu dikatakan bunuh diri. Akan tetapi, untuk alasan menayangkan orang masuk ke dalam masjid dengan mengenakan sepatu dianggap sebagai bunuh diri, tidak dapat saya terima. Karena sesungguhnya, bukan seperti itulah akhlak umat Islam. Umat islam tidak membunuh orang hanya karena ia mengenakan alas kaki di dalam masjid. Dalam ajaran Islam diperkenankan membunuh hanya pada beberapa tempat. Seperti dalam kondisi perang, membela diri, harta dan kehormatan keluarga serta melaksanakan qishos. Tidak ada alasan membunuh orang hanya karena mengenakan alas kaki di dalam masjid.
Mari kita menelaah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Baihaqi dan Imam Darukutni :
Artinya : Nabi Melihat orang pedalaman (a'robi) sedang kencing di dalam masjid. Para sahabat ingin mencegah dan mengusir orang itu. Namun, Nabi SAW melarang mereka dan beliau berkata : biarkan ia menyelesaikan hajatnya. Kemudian, Nabi SAW memanggil orang pedalaman itu untuk dinasehati. Beliau berkata : Bahwa masjid bukanlah tempat untuk kencing dan semisalnya. Masjid adalah tempat beribadah dan dzikir kepada Allah. Kemudian Nabi SAW menyuruh salah seorang sahabat untuk mengambil air. Dan akhirnya Nabi SAW membersihkan kencing itu dengan air tersebut.
Alangkah arif dan bijaksananya Rasulullah SAW. Pemimpin umat Islam. Pemegang kekuasaan tertinggi dan hak pensyariatan hukum Islam. Andaikan hukum orang yang kencing di dalam masjid adalah dibunuh. Maka, Beliau adalah orang yang memiliki hak untuk mensyariatkan hal itu. Dan beliaulah orang yang paling pantas untuk melakukan hal itu.
Jika kencing di dalam masjid tidak dibunuh, Maka apakah memakai alas kaki di dalam masjid berhak untuk dibunuh?
Inilah syariat Islam yang sesungguhnya. Islam yang dibawa oleh Nabi Sang Pemaaf. Nabi yang sangat arif dan bijaksana. Islam yang membawa perdamaian yang semakin usang karena debu-debu yang ditaburkan oleh orang-orang yang mengenal islam hanya dari baju dan jambang. Inilah wajah islam yang sudah tidak lagi dikenali oleh pemeluknya, lantaran topeng-topeng imitasi yang senantiasa menghiasi pemimpinnya.
Marilah kawan, kita mempelajari agama Islam dengan sungguh-sungguh. Dan marilah kita pahami Islam dari sumber yang dapat dipercaya.
30 Agustus 2010

Selamat Datang Para Calon Pendekar

Oleh : Mamad

Layaknya seorang pendekar yang hendak mempelajari ilmu persilatan, mereka menempuh perjalanan jauh untuk menemukan padepokan tempat para guru sakti berbagi-bagi ilmu. Para dai dan pemimpin Islampun harus menempuh perjalanan yang melelahkan dalam menimba ilmu pengetahuan Islam. Tempat yang disediakan khusus untuk proses pendadaran atau pembekalan dan kaderisasi. Tempat yang hanya dihuni oleh peserta-peserta didik yang melupakan seluruh kepentingan pribadi selain belajar. Tempat dimana ilmu-ilmu pengetahuan ditransfer melalui metode-metode jitu.
Dan Tarim adalah salah satu tempat yang sangat langka itu. Dan Tarim adalah sumber pengetahuan yang senantiasa memancarkan nur penerang alam semesta. Di kota ini telah ribuan tahun ilmu-ilmu itu dipelajari turun-temurun dari generasi ke generasi. Padepokan-padepokan yang selalu ramai dikunjungi para calon pendekar itu masih saja seperti itu sejak berabad-abad yang lalu. Mereka mempertahankan sebuah zawiyah atau rumah atau apapun yang dulu digunakan oleh nenek moyang mereka untuk mentransfer ilmu.
Masjid-masjid di kota ini yang jumlahnya ratusan, merupakan tempat-tempat yang sengaja dikondisikan untuk mempraktekkan apa yang telah mereka dapat dari guru-guru mereka. Masjid juga merupakan salah satu tempat yang mereka gunakan untuk menimba ilmu pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Pada tahap praktek inilah mereka diumpamakan seperti malaikat. Karena praktek ibadah mereka yang melampaui manusia pada umumnya. Dikisahkan bahwa seorang Maghrabi (sebutan untuk orang yang berasal dari negeri Maghrib, sekarang Maroko), yang penasaran akan kondisi kota Tarim yang dulu selalu diceritakan oleh ayahnya, ia singgah di sebuah masjid untuk memperhatikan apa yang mereka lakukan di masjid itu. Ia pun tercengang saat melihat apa yang mereka lakukan. Ia tidak mendengar satu orang pun yang berbicara dengan temannya. Ia hanya melihat mereka yang sibuk dengan bacaan al-Quran dalam salatnya yang maha panjang. Mereka yang ruku' berjam-jam hingga terbit fajar. Mereka yang sujud seperti orang yang ketiduran. Dan orang yang beri'tikaf sambil membaca wirid. Ketika ia singgah di masjid yang lain ia lebih tercengang lagi. Karena ia mendapati imam masjid itu masih sangat muda. Umurnya kurang dari 15 tahun. Namun, setelah sholat ia memimpin pengajian yang dihadiri oleh orang-orang dewasa yang kelihatannya lebih matang. Keterangannya yang mahaluas tidak sanggup ia ungkapkan dengan kata-kata. Akhirnya sang maghrobi pun mengakui ucapan ayahnya. Bahwa penduduk tarim layaknya malaikat.
Dan pengajian semacam itu tidak hanya di masjid itu saja. Di puluhan masjid lain yang saat itu telah beridiri, pasti ada kelompok-kelompok belajar. Ditambah lagi dengan zawiyah-zawiyah yang didirikan khusus untuk belajar. Di sana benar-benar ada samudra ilmu yang gelombangnya menerpa karang-karang di tepian. Siapapun berhak hadir untuk ikut mereguk ilmu pengetahuan sepuasnya.

Para Sayid dan Masyayikh di Kota Tarim
Berbagai golongan masyarakat tinggal di kota Tarim. golongan yang paling berpengaruh adalah golongan para Sayid yang merupakan keturunan Rasulullah Saw. Mereka mendapat penghormatan yang sepantasnya sebagai seorang sayid. Namun, penghormatan itu bukan hanya karena nasabnya saja. melainkan, karena mereka memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas, mengamalkan ilmu itu dan sifat sosial mereka yang sangat tinggi. Kedermawanan mereka tidak tertandingi. Kebijaksanaan mereka melegakan hati. Dan merekalah benar-benar pewaris sang Nabi Saw yang patut diteladani. Mereka telah mendidik anak-anak mereka sejak kecil untuk berbudi pekerti luhur. Baik terhadap Allah Swt maupun terhadap sesama.
Dikisahkan ada seorang anak dari golongan sayid yang suka minum kopi. Suatu ketika saat anak itu pulang dari masjid ia meilhat ibunya yang sedang berada di musholla pribadi tersenyum kepadanya. Hatinya pun merasa senang dengan senyum ibunya itu. Kemudian ibunya berkata : "Anakku berhentilah minum kopi." Anak itu menjawab : "Saya minum kopi untuk membuat badanku segar dan bersemangat dalam beribadah." Ibu itu berkata : "Tinggalkanlah hawa nafsumu." Lalu sang ibu membiarkannya dan meneruskan sholat Dhuha. Kemudian anak itu dipanggil oleh kakak perempuannya. Kakak itu ternyata mendengar percakapan anak itu dengan ibunya. Ia pun menasehatinya : "Sejak kapan engaku berani berbicara demikian kepada ibu? Bertobatlah." Lantas kakak itu membimbingnya untuk bertobat. Dan akhirnya anak itu tidak lagi minum kopi. Demikianlah contoh kecil didikan keluarga sayid di Tarim.
Seorang pemuda yang diceritakan seorang maghrobi mengimami suatu masjid sekaligus memimpin pengajian dengan keterangan yang sangat luas itu adalah anak seorang sayid. Cerita tentang anak dan kegemaran kopi itu juga saya sadur dari salah satu gubahan cerita sang imam muda itu yang sempat dicatat oleh sang maghrobi.
Ada golongan para masyayikh, yang juga kedudukan mereka sangat dihormati. Mereka terhormat karena nasab mereka yang sampai kepada para sahabat Nabi Saw. Mereka juga terhormat lantaran kepiawaian mereka dalam menguasai ilmu-ilmu pengetahuan. Mereka adalah ulama-ulama kenamaan yang memiliki karya-karya manumental. Mereka hampir setara dengan para sayid dalam hal keilmuan. Oleh karena itu secara bergantian mereka saling berguru satu sama lain.
Saya mendapatkan cerita dari seorang anak golongan masyayikh. Ia berkata : "Ayahku sangatlah keras mendidik anak-anaknya. Saya diseret sampai ke madrasah ini (Madrasah Al-Idrus) oleh ayahku untuk mempelajari Qiroah Sab'ah. Saya pun menurut. Yang paling tegas adalah dalam hal menjaga kesopanan. Saya dilarang melepas peci bahkan sampai saya akan tidur. Dan ketika saya bangun dan peci itu terlepas dari kepalaku, maka saya harus segera memakainya agar ayahku tidak memarahiku. Alhamdulillah berkat didikan ayahku sekarang saya telah hafal Al-Quran berserta Qiroah Sab'ahnya." Tahukah kawan, berapa umur anak itu saat bercerita tentang itu padaku? Ia masih 17 tahun atau 18 tahun. Tujuh tahun di bawah umurku yang sudah 24 tahun.
Golongan yang lain adalah para muhibbin dan para pekerja-pekerja biasa. Ada yang bekerja sebagai pembantu para syeikh dan lain sebagainya. Bahkan ada yang kehidupannya hanya melayani masjid saja. hampir 99% akhlak mereka mengikuti akhlak tokoh-tokoh mereka. Yaitu akhlak yang selama ini hanya kita baca di buku-buku akhlak di madrasah-madrasah.
Dari sedikit uraian diatas setidaknya saya dapat menyimpulkan bahwa Tarim adalah tempat yang sangat kondusif untuk proses belajar mengajar ilmu Syariah dan penerapannya.

Lembaga-Lembaga Pendidikan Bertaraf Internasional
Ratusan tahun silam berdirilah Ribat Tarim, sebuah lembaga pendidikan berbasis pesantren yang menerima siswa dari berbagai belahan dunia. Di pesantren ini keilmuan lebih ditekankan disamping pengamalan yang juga mendapat perhatian khusus. Materi dan metode yang mereka gunakan sama persis seperti yang nenek moyang mereka gunakan. Mereka mempelajari fikih Syafi'i secara bertahap. Dimulai dari matan Abu Syuja' hingga kitab-kitab pegangan para mufti seperti Tuhfah karya Imam Ibnu Hajar dan Nihayah karya Imam Al-Ramli (semoga Allah Swt. Merahmati keduanya). Selain itu mereka juga mempelajri ilmu-ilmu bahasa arab seperti Nahwu dsb. Metode halaqoh -yaitu seorang guru duduk di salah satu sudut bangunan pesantren kemudian para pelajar mengelilinginya untuk mendengarkan keterangan dan bertanya tentang beberapa topik yang kurang jelas- adalah metode yang mereka gunakan di seluruh jenjang pendidikan. Dari Ribath inilah terlahir mufti-mufti yang sekarang bertugas memberikan fatwa kepada masyarakat Hadhramaut dan sekitarnya. Ribath ini sekarang dipimpin oleh Habib Salim bin Abdullah As-Syathiry. Salah seorang da'i yang ahli dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Fikih, Bahasa, Sejarah, Hadits, Ulumul Qur'an dan berbagai ilmu yang lain.
Darul Musthafa adalah salah satu lembaga pendidikan yang didirikan pada tahun 90-an. Lembaga ini lebih mengedepankan pengamalan daripada teori. Oleh karena itu, lembaga ini aktif mengadakan dakwah dari kampung ke kampung untuk melatih para muridnya menjadi da'i. Mereka juga diwajibkan mengerjakan hal-hal yang sifatnya sunah. Mereka senantiasa diawasi untuk berakhlak karimah. Mereka dilarang berbicara dengan selain bahasa Arab meskipun bukan orang arab. Hampir seluruh sunah yang pernah dikerjakan oleh Rasulullah Saw mereka terapkan. Lembaga ini dipimpin oleh Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syaikh Abu Bakar bin Salim. Salah seorang da'i yang menguasai berbagai disiplin ilmu sejak ia masih sangat muda. Dalam usianya yang kurang dari 15 tahun, ia telah berdakwah keliling kampung. Dan sekarang beliau adalah salah satu musnid yang sudah jarang sekali ditemukan. Ratusan ribu hadits telah beliau hafal. Berbagai kitab tafsir beliau kuasai dan ilmu-ilmu yang lainnya. Beliau dibantu kakaknya seorang ketua umum Majlis Fatwa Kota Tarim, Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Hafidh.

Berdirinya Universitas Al-Ahgaff
Beberapa tahun kemudian berdirilah Al-Ahgaff University. Sebuah universitas yang digagas oleh para sayid untuk menampung para pelajar dari berbagai negara dengan jalur dan jenjang pendidikan formal. Tujuan utama pendirian universitas ini adalah membentengi umat islam dari berbagai musuh-musuh yang senantiasa mencari kelengahan mereka.
Universitas ini memiliki beberapa fakultas, yang mana dari beberapa fakultas tersebut, fakultas Syariah dan Hukum-lah yang menjadi tujuan utama pendiriannya. Dan di fakultas Syariah dan Hukum ini pula pelajar dari Indonesia mendapatkan beasiswa. Kecuali pelajar putri yang hanya diberi beasiswa di fakultas Dirosah Islamiah lil banat. Fakultas-takultas yang lain adalah fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Perdagangan dan Perekonomian, Fakultas Manajemen Perkantoran, dan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Kampus Fakultas Syariah dan Hukum terletak di kota Tarim. Sedangkan kampus Fakultas yang lain terletak di kota Mukalla. Hal itu tiada lain karena lingkungan yang paling cocok untuk fakultas Syariah adalah kota Tarim. Sedangkan untuk fakultas yang lain memang cocok diletakkan di Mukalla sebagai ibukota Provinsi Hadhramaut.
Materi dan Metode Belajar Mengajar di Universitas Al-Ahgaff
Fakultas ini dibagi menjadi dua jurusan. Jurusan Syariah dan Hukum dan Jurusan Syariah saja. Materi pokok dari jurusan Syariah adalah Fikih, Ushul Fikih, Ilmu Bahasa Arab dan ilmu-ilmu pendukung lainnya. Buku panduan materi fikih adalah kitab Yaquttunnafis dan kitab Minhajuttholibin. Buku panduan ushul fikih adalah kitab Waroqot dan Ghoyatul Wushul. Buku panduan ilmu bahasa adalah Syadzal Arof, Mutammimah, Muhadhoroh fi Ilmil Balaghoh dan Syarah Ibnu Aqil. Sedangkan materi penunjang lainnya adalah. Ahadits Ahkam -yang dulu menggunakan Subulussalam, tapi sekarang diganti Ihkamul Ahkam- , Ayat Ahkam, Aqidah islamiah, Tarikh Tasyri', Fikih Nawazil, Dirasah Ushuliah Muqoronah (dengan buku pedoman Atzarul Ikhtilah fil Qowail al-Fiqhiah fil furu' karya Dr. Musthofa Khin dan kitab Atsar Al-Adillah Al-Mukhtalaf fiha karya Dr. Musthofa Bugho), Fikih perbandingan Madzhab, Qowaid Fiqhiah, Manahij Bahts, takhrij ahadits wa dirosat asanid, ahwal syakhsiyah serta materi lainnya.
Untuk jurusan Syariah dan Hukum saya kurang paham dengan materi yang diajarkan. Yang jelas mereka mempelajari dasar-dasar teori dan beberapa penjelasan undang-undang Islam yang diterapkan di Yaman. Teori umum tentang hukum diajarkan di smester awal. Pada semester berikutnya diajarkan tentang penjelasan dan maksud dari undang-undang yang berlaku di yaman. Disamping itu mereka juga mempelajari ilmu-ilmu syariah yang sifatnya pokok. Seperti Minhaj dan Ushul Fikih serta Nahwu Shorof.
Adapun metode yang digunakan di fakultas ini sangat berfariasi. Disesuaikan dengan materi dan dosen pengampu. Metode pembacaan materi dari huruf ke huruf hanya dilakukan untuk materi fikih dengan kitab minhaj dan kitab ghoyatul wushul untuk materi ushul fikih. Sedangkan untuk materi yang lainnya lebih menekankan pada pemahaman murid terhadap inti materi secara global dari pada pemahaman terperinci dari satu kata pada kitab tertentu. Metode penulisan paper dan semisalnya hanya berlaku untuk dosen-dosen tertentu yang selalu menuntut murid untuk ikut pro aktif dalam proses belajar mengajar. Yang pasti materi manhajul Bahts atau lebih dikenal dengan metode riset, pasti ada tugas membuat makalah ilmiah dari hasil riset di perpustakaan dalam waktu dua minggu. Begitu juga untuk materi takhrijul ahadits. Biasanya dosen akan menuntut setiap murid untuk mencari para perawi hadits yang telah ditentukan, mencari makna dari kata-kata dalam hadits tersebut, hukum sanad hadits tersebut dan ilmu yang dapat diambil dari hadits tersebut. Semua itu dikerjakan dalam waktu satu bulan.
Untuk tugas-tugas paper selain dari dua materi diatas biasanya hanya menulis judul tertentu tentang topik yang sedang dibahas dalam materi yang bersangkutan.

Penulisan Skripsi
Penulisan skripsi dibimbing oleh beberapa dosen senior. Penulisan skripsi untuk beberapa tahun ini dialihkan kepada penulisan ensiklopedi fikih Syafi'i. Dan kemungkinan penulisan ensiklopedi ini akan selesai dua tahun ke depan. Dan setelah itu penulisan skripsi akan kembali kepada metode awal, yaitu mahasiswa memilih satu topik riset tertentu atau memilih manuskrip yang layak untuk diteliti.
Skripsi di sini tidak membutuhkan banyak halaman. Karena hanya dengan tiga puluh halaman kita sudah dianggap memenuhi syarat penulisan minimal skripsi. Jadi, skripsi tidak dikerjakan lebih dari tiga bulan sudah selesai. Kecuali jika judul skripsi itu memerlukan penelitian yang sangat jeli dan teliti. Mungkin memerlukan waktu lebih dari satu semester.
Penulisan skripsi juga tergantung dosen pembimbing. Jika kebetulan sang dosen sangat idealis, maka skripsi bisa molor sampai tahun berikutnya. Karena dosen selalu tidak puas dengan hasil yang dicapai sang mahasiswa. Tapi Insya Allah Swt dosen semacam itu hanya beberapa orang saja. karena kebanyakan dosen hanya mencukupkan pada penelitian-penelitian yang sifatnya umum dan dugaan sementara yang cukup kuat. Mereka tidak menuntut idealisme melebihi kemampuan mahasiswa.
Untuk aturan terbaru, setiap mahasiswa dibimbing oleh tiga dosen pembimbing. Pembimbing Isi, pembimbing Bahasa dan Kepala Jurusan. Semuanya memperhatikan skripsi mahasiswa yang mereka bimbing sesuai dengan tugasnya.
Yang terpenting adalah bahwa penulisan skripsi disini tidak perlu membayar dosen pembimbing. Tidak juga membayar uang sidang skripsi. Semuanya gratis. Kita hanya menyediakan uang print dan foto copy.

Kedatangan Mahasiswa Baru di Al-Ahgaff University
Setiap tahun ajaran baru Universitas Al-Ahgaff selalu kedatangan mahasiswa baru dari Indonesia yang jumlahnya dari tahun ke tahun semakin bertambah. Mereka adalah ratusan orang beruntung yang lulus seleksi masuk dari seluruh jumlah peserta test seleksi yang jumlahnya mencapai ribuan. mereka adalah orang-orang pilihan Allah Swt, untuk ditempatkan di bumi yang dipenuhi dengan kekasih-Nya.
Mereka adalah para calon pendekar yang hendak berguru di padepokan yang penuh dengan orang-orang sakti. Mereka harus siap menghadapi latihan-latihan berat untuk dapat menguasai ilmu mereka dengan sempurna. Mereka juga harus rela menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dipenuhi dengan kondisi kezuhudan yang luar biasa. Melupakan sejenak berbagai relasi di dunia luar yang tidak berhubungan dengan tujuan utama. Yang terpenting bagi mereka adalah menjaga motivasi yang menyala-nyala yang telah mereka sulut dari rumah masing-masing. Jangan biarkan siapapun memadamkan motivasi itu.
Dan akhirnya saya mengucapkan SELAMAT DATANG kepada para calon pendekar dari Indonesia yang telah lulus ujian masuk Universitas Al-Ahgaff tahun akademik 2010-2011 M di Gudang ilmu pengetahuan, tanah para wali dan tempat pengkaderan para Pendekar Muslim, Kota Tarim Al-Ghonna.

Aidid, 27 September 2010

Senin, 09 Agustus 2010

अखिर्न्य केतेमु ओरंग pemalang juga

setelah saya mengembara di dunia blog lebihdarienam tahun.... terhitung sejak 2004 hingga sekarang 2010, saya baru menemukan blog-blog anak pemalang yang bangga dengan kepemalangannya. Hanya saja ada beberapa hal yang membuat saya agak janggal adalah mereka ada yang posting dengan bahasa Inggris. Karena sebenarnya saya tidak pandai berbahasa Inggris. tapi, Itu juga merupakan suatu kebanggaaan tersendiriuntuk anak-anak pemalang. Kini kebanyakan dari mereka telah meneruskan ke Jenjang pendidikan yang lebih tinggi. dan ada sebagian dari mereka yang mengambil sastra bahasa Inggris.
selamat berjuang tunas-tunas Pemalang! Saya doakan semoga kalian berhasil sampai tujuan. Jangan biarkan Syaitan memangkas secuil tunasmu itu. Karena itu berarti ketumbangan untuk Pemalang. Semoga.

Rabu, 03 Desember 2008

Dianatan Wa Qodhoan (2)

Artinya, secara Qodhoan (hukum resmi) kedua pihak dpt dbenarkan. Karena sesuai konstitusi. Tetapi, jika melihat sisi Dianatan seharusnya kedua pihak menyadari akan kemaslahatan yang lebih besar bagi rakyat.
Jika memang benar, mengulangi pemilihan adalah yg paling maslahat, maka smua rakyat harus mengikutinya. Jika itu tustru membuang2 waktu dan dana masyarakat yg shrusnya dpt dialokasikan pd kperluan rakyat yg lbih penting, maka mengapa tdak ada yg mengalah?
Semuanya kembali pada kedua belah pihak yg bersteru. Tetapi, karena kputusan sudah dtetapkan, maka semuanya harus patuh. Saya percaya spnuhnya pada MK.

Qodhoan wa Diyanatan (1)

Membaca fenomena Pilgub Jatim yg membuat kontroversi antara yg mendukung kputusan MK dan menolak.
Sebagian masyarakat ada menulis "mahalnya demokrasi", yg intinya adalah seharusnya dana yg dgunakan untuk pemilihan ulang dialokasikan ke hal lain yg lebih bermanfaat. Pendapat ini benar. Tetapi saya juga tdak menyalahkan pihak MK yang memutuskan untuk diadakan pemilihan ulang. Karena langkah yg diambil oleh MK sudah sesuai dg konstitusi.
Kita tinggal menyoroti sisi kedu pihak penuntut atau yg tertuntut. Pihak penuntut sbenrnya tdk salah jika mengambil langkah hukum untuk mengadukan kcurangan tertuntut (secara qodhoan). Namun scara dianatan (hubungan antara dia dan Allah) seharusnya ia mengedpankan kpntingan rakyat dan merelakan org lain untuk menjadi gubernur. Karena, tuntutan smacam ini pasti menghbiskan biaya besar. Akan lbih baik ia mengalah.
Begitu jg untuk tertuntut, Secara undang2 ia memang berhak membela diri jika merasa tidak bersalah. Tetapi, jika trnyata melakukan ksalahan, sebaiknya ia mengakuinya.