Hanya Ada Satu Jiwa Pada Tubuhku
Terkadang ia membumbung tinggi
hingga ubun-ubunnya menyentuh langit
menyapa para malaikat
memohon pada Tuhan
di waktu yang lain
ia berkubang di comberan
berenang kian kemanri
di temani jentik-jentik nyamuk dan limbah domestik
terkadang ringan
berlari-lari riang
tersenyum pada semua orang
sesaat kemudian menangis
tersedu-sedu air mata membasahi dagu
aku hanya bisa MANGAP
Tarim, 15 Agustus 2010 M / 5 Ramadhan 1431 H
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar